Meditasi Harian ~ Jumat dalam Oktaf Paskah

image

PANGGILAN ITU UNIVERSAL

Bacaan:
Kis.4:1-12; Mzm.118:1-2.4.22-24.25-27a; Yoh.21:1-14

Renungan:
Penampakan Yesus kepada para murid di pantai danau Tiberias mengingatkan kita akan pemanggilan pertama mereka untuk menjadi penjala manusia. Lagi-lagi kenyataan bahwa usaha mereka untuk menangkap ikan semalaman tanpa beroleh hasil apa-apa, menggambarkan kegelapan rohani yang seringkali ditemui dalam karya kerasulan para rasul Kristus yang dibawa ke dalam gelap, ke dalam ketiadaan, ke dalam awan ketidaktahuan.
Disinilah pendengaran akan kehendak Tuhan dibutuhkan, pendengaran yang disertai ketaatan untuk menebarkan jala di tempat dimana Tuhan menghendaki.
Seorang rasul Kristus dipanggil untuk melayani Allah dan Kerajaan-Nya, bukan dirinya sendiri. Usahanya untuk menebarkan jala tidak akan berbuah apa-apa tanpa ketaatan penuh pada kehendak Tuhan.
Dia yang menaati dan mencintai Tuhan akan datang mendekati “api arang” (bdk.Yoh.21:9) untuk duduk bersama Tuhan, bukan dalam penyangkalan seperti yang dilakukan Petrus di depan “api berdiang” (bdk.Mrk.14:54), melainkan sebagai seorang hamba sebagaimana diteladankan oleh Tuhan kita.
Di balik hasil tangkapan yang berlimpah, Injil pun mencatat dalam ungkapan simbolis jumlah ikan yang ditangkap pada waktu itu, yaitu 153 ekor, yang menurut ilmu hayat pada waktu itu adalah jumlah keseluruhan jenis ikan di dunia. Dengan demikian, panggilan untuk menjadi penjala manusia adalah panggilan yang bersifat universal. Katolik itu sendiri berarti universal. Kita bukan Gereja khusus orang Batak, Tionghoa, atau Papua. Kita bukan Gereja yang eksklusif bagi kelompok karismatik, atau legio Maria saja. Kita bukan Gereja yang membuka pintu hanya untuk mereka yang kaya atau mapan saja.
Kita adalah Gereja yang membuka hati bagi seluruh dunia, untuk membawa sebanyak mungkin orang, tanpa membeda-bedakan, kepada kekudusan.
Oleh karena itu, tepatlah kata-kata St. Brigitta dari Swedia, “Hanya ada satu iman Kristen, yakni Katolik.

Pax, in aeternum.
Fernando