Meditasi Harian ~ Kamis dalam Oktaf Paskah

image

BERANILAH UNTUK BERIMAN

Bacaan:
Kis.3:11-27; Mzm.8:2a.5.6-7.8-9; Luk.24:35-48

Renungan:
Mengenai kebangkitan Tuhan dan penampakan-Nya kepada para murid, St. Hieronimus (347-420), seorang penerjemah Kitab Suci ke dalam bahasa Latin atau Vulgata, berkata:
Sementara Dia menunjukkan kepada mereka tangan yang benar-benar tangan-Nya dan lambung yang benar-benar lambung-Nya, Dia juga benar-benar makan bersama murid-murid-Nya; benar-benar berjalan dengan Kleopas; bercakap-cakap dengan orang banyak dengan lidah yang sesungguhnya; benar-benar berbaring saat perjamuan malam; dengan tangan yang benar-benar tangan-Nya kemudian mengambil roti, memberkati dan memecah-mecahkannya, kemudian membagikannya kepada mereka…Jangan menempatkan kuasa Tuhan pada level pesulap, sehingga Dia kelihatan bukan Dia yang sesungguhnya, dan berpikir bahwa Dia telah makan tanpa gigi, berjalan tanpa kaki, memecah-mecahkan roti tanpa tangan, dan menunjukkan lambung tanpa rusuk.” (Surat kepada Pammakhius melawan Yohanes dari Yerusalem 34)

Kebangkitan Tuhan adalah peristiwa iman yang benar-benar terjadi. Pewartaan Injil memang berpusat pada Salib tetapi tidak berhenti disitu. Tuhan dan Penyelamat kita bukan saja Dia yang mati untuk menebus dosa-dosa kita, melainkan juga adalah Dia yang bangkit dengan jaya, mengalahkan maut dan kuasa kegelapan.
Inilah kebenaran iman yang memberanikan Petrus berkhotbah di Serambi Salomo bertentangan dengan para pemimpin bangsanya, yang mengenyahkan ketakutan para pengikut Kristus di sepanjang sejarah untuk menjemput kemartiran demi imannya, yang menggerakkan hati Paus St. Yohanes Paulus II untuk melangkah ke penjara dan mengampuni penembak yang hampir merenggut nyawanya, yang memberikan karunia belas kasih kepada para biarawati misionaris cintakasih membersihkan ulat-ulat yang menggerogoti tubuh mereka yang sekarat dan terbuang di India, yang memampukan seorang korban perkosaan untuk tidak menggugurkan bayi dalam kandungannya serta membesarkannya dalam kelimpahan cinta, yang menguatkan para penderita sakit dan mereka yang menghadapi ajal dimanapun berada untuk menyatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus di salib serta merangkul kematian dengan bahagia.
Iman akan Kristus yang bangkit-lah yang memberikan jiwa heroik beriman dalam diri mereka semua.
Karena itu, berdirilah teguh dalam iman, dan wartakanlah kebangkitan Tuhan kepada dunia, apapun resikonya. Jangan takut!

Surrexit CHRISTUS, Alleluia!

Pax, in aeternum.
Fernando