Presiden Palestina bertamu ke Vatikan

image

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan hadiah sebuah Relikui Suci bagi Paus Fransiskus, yaitu sebuah Rosario yang selalu digunakan oleh Beata Marie-Alphonsine Danil Ghattas semasa hidupnya. Dia adalah salah satu dari 2 biarawati suci yang akan di-Kanonisasi oleh Paus Fransiskus pada hari Minggu ini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas kemarin (16/05/2015) bertamu ke Vatikan, untuk menghadap Bapa Suci Paus Fransiskus.
Presiden Abbas datang bersama 11 orang pejabat tinggi dan tokoh agama Palestina, termasuk di antaranya pemimpin partai Hamas, Fatah, Imam Agung Masjid Al Aqsa, dan Walikota Bethlehem.
Tujuan utama kedatangan Presiden Mahmoud Abbas dan rombongan adalah untuk menghadiri Misa Kudus “Kanonisasi” (penggelaran Kudus) bagi 2 orang biarawati Palestina, yaitu Beata Marie-Alphonsine Danil Ghattas, Ibu Pendiri Kongregasi para Suster Rosario Tersuci dari Yerusalem, dan Beata Maryam Baouardy, seorang Karmelit yang dikenal dengan sapaan Suster Maria dari Yesus Yang Tersalib.
Kedua biarawati suci ini akan dimaklumkan sebagai Santa (Kudus) pada hari Minggu (17/05/2015) ini oleh Bapa Suci Paus Fransiskus, yang menjadikan mereka berdua sebagai “Santa” (gelar resmi bagi orang Kudus wanita) pertama yang berasal dari Negara Palestina.

Presiden Mahmoud Abbas juga menyampaikan rasa terima kasih dari seluruh rakyat Palestina, karena pada hari Kamis kemarin, Tahta Suci Vatikan telah berkenan memberikan pengakuan kepada Palestina sebagai Negara Berdaulat Penuh.
Sebelumnya, Tahta Suci Vatikan hanya memberikan pengakuan atas Otoritas Palestina (PLO).
Kendati mendapat protes keras dari Israel, dengan penandatanganan perjanjian ini Tahta Suci Vatikan secara resmi telah berkenan memberikan pengakuan bagi Palestina sebagai negara berdaulat penuh, dan akan ditindaklanjuti dengan mengangkat Duta Besar Tahta Suci Vatikan (Nuncio) bagi Palestina, demikian pula sebaliknya, Palestina sekarang diijinkan untuk memiliki perwakilan diplomatik setingkat Duta Besar untuk Vatikan.
Tahta Suci Vatikan sendiri adalah Negara Pusat Gereja Katolik sedunia, dengan hubungan diplomatik terbanyak ke-2, sesudah Amerika Serikat.

Dalam pertemuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Presiden Mahmoud Abbas memberikan hadiah yang sangat berharga di hati rakyat Palestina kepada Paus, yaitu Relikui Suci, sebuah Rosario yang selalu digunakan semasa hidup oleh Suster Marie-Alphonsine Danil Ghattas, salah satu dari 2 Biarawati Palestina yang akan digelari “Santa” (Kudus) oleh Bapa Suci Paus Fransiskus pada hari Minggu ini.
Sesudah diijinkan bertemu dengan Bapa Suci Paus Fransiskus selama kurang lebih 20 menit, Presiden Mahmoud Abbas kemudian menuju Kementerian Luar Negeri Tahta Suci Vatikan untuk bertemu dengan Yang Mulia Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Tahta Suci Vatikan.

Pax, in aeternum.
Fernando