Meditasi Harian ~ Kamis dalam Pekan II Paskah

image

JANGAN TAKUT !

Bacaan:
Kis.5:27-33; Mzm.34:2.9.17-18.19-20; Yoh.3:31-36

Renungan:
Seorang yang mengaku 100% Katolik haruslah juga menjadi 100% Warga Negara yang baik.
Akan tetapi, adalah keliru jika menjadi warga negara yang baik diartikan sebagai pembenaran untuk membela posisi pemerintah yang jelas-jelas bertentangan dengan iman dan moral Kristiani.
Kita tidak dapat berdiri di atas dasar nasionalisme dan patriotisme keliru, yang menuntut kita untuk menyangkal apa yang baik dan benar dari kemanusiaan.
Dalam bacaan hari ini, Petrus dan para rasul diperhadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi (Sanhedrin), lembaga tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Yahudi.
Ketidaktaatan Petrus dan para rasul akan perintah Sanhedrin bukanlah penolakan terhadap kewajiban mereka sebagai warga negara, melainkan penolakan terhadap dosa, karena mereka diminta untuk menyangkal kebenaran oleh institusi yang harusnya menjunjung tinggi kebenaran.
Iman Kristiani kita tidak pernah bertentangan dengan kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Justru iman itulah yang menjadi panduan yang aman dan pasti akan bagaimana kita seharusnya hidup sebagai warga negara yang baik.
Seorang Katolik tidak mungkin menjadi seorang warga negara yang baik, manakala ia mengikuti opini publik untuk membenarkan hukuman mati, aborsi, rekayasa genetika, pernikahan sesama jenis, euthanasia, korupsi berjamaah, pembunuhan massal atas nama agama dan ras, diskriminasi dan perbudakan, penindasan kebebasan berpendapat, serta berbagai kemerosotan moral lainnya, yang saat ini dengan bangga dan begitu jahatnya didukung oleh pemerintahan di banyak negara.
Jadilah seorang Katolik yang sejati, saksi-saksi Kebangkitan, yang menerangi hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan senantiasa membawa ke dalamnya Yesus Kristus, Cahaya Kebenaran yang sejati.
Jangan takut membela apa yang baik dan benar, bahkan sekalipun itu akan mendatangkan kematian bagimu! Takutlah akan Allah, yang telah mengalahkan maut untuk memberi hidup!

Pax, in aeternum.
Fernando

Perbedaan demo mahasiswa tempoe doeloe & sekarang

Nonton berita demonstrasi mahasiswa pagi ini yang begitu anarkis membuat saya berpikir…Demonstrasi para mahasiswa tempoe doeloe terlihat begitu elegan, berwibawa, cerdas, dan dipenuhi semangat nasionalisme, kecintaan terhadap bangsa & negara begitu jelas terlihat.
Suatu kenyataan yang jauh berbeda bila dibandingkan dengan demonstrasi mahasiswa sekarang.
Yang terlihat adalah sekumpulan anak muda barbar, berotak tumpul, sarat kepentingan pribadi/kelompok, anarkis, dan hampir tidak ada semangat nasionalisme.
Seakan tidak pantas menyandang gelar “Maha”.
Inilah kegagalan sistem pendidikan & bukti merosotnya nilai moral di berbagai tingkatan dań bidang kehidupan.

View on Path