Meditasi Harian 5 Agustus 2015 ~ Rabu dalam Pekan Biasa XVIII

image

RASA TIDAK TAHU MALU YANG SUCI
~ Peringatan Fakultatif Pemberkatan Gereja Basilika Santa Perawan Maria Maggiore ~

Bacaan:
Bil.13:1-2a,25 – 14:1,26-29,34-35; Mzm.106:6-7a,13-14,21-22,23; Mat.15:21-28

Renungan:
Siapapun yang hendak mendaki gunung Suci Tuhan dalam pendakian rohani, dan berdiam di rumah Tuhan untuk menikmati kelimpahan rahmat-Nya, harus mengetahui hal ini: Allah kita Yang Mahakudus hanya bisa didekati dalam kekudusan, kejujuran dan kemurnian hati.
Jangan pernah berpikir untuk mendekati Tuhan, manakala dengan hati dan pikiranmu, engkau justru menjauhi dan mendustai Dia, Yang mengetahui isi hati dan pikiranmu.
Kebebalan hati Israel untuk menantikan pertolongan Tuhan, ketidaktaatan dan ketidakjujuran mereka untuk mengakui kedosaan, berakibat pengembaraan di padang gurun selama 40 tahun.

Tuhan menghendaki kejujuran dalam beriman, hati yang murni, yang didorong oleh rasa tidak tahu malu yang suci untuk mendekati Tuhan karena mengharapkan belas kasihan-Nya, sebagaimana ditunjukkan oleh wanita dalam Injil hari ini. Meskipun seolah tak didengarkan, dia terus menerus meminta Tuhan Yesus untuk memulihkan anak perempuannya dari kerasukan setan.
Jika engkau sungguh merindukan Tuhan, jika engkau sungguh ingin menapaki jalan kesempurnaan untuk bersatu dengan-Nya, milikilah rasa tidak tahu malu yang suci, sebagaimana wanita itu.
Permintaannya yang terus menerus tidak hanya mendatangkan jawaban yang membahagiakan, tetapi juga dalam prosesnya sebenarnya memurnikan iman wanita itu, serta menjadikannya kesaksian hidup bagi para rasul dan banyak orang pada waktu itu. Kejujurannya dalam mengungkapkan kerapuhan dan ketidakmampuannya untuk berbuat apa-apa tanpa Tuhan, merupakan ungkapan imannya yang paling indah, suatu sikap beriman yang gagal dilakukan oleh bangsa Israel dalam pengembaraan mereka di padang gurun.

Ingatlah dan sadarilah! Allah selalu mendengar. Dia selalu memperhatikan dan mengasihi kita. Pada waktu yang tepat seturut kehendak-Nya, Ia akan mengulurkan tangan dan menolong sahabat-sahabat-Nya.
Belajarlah menanti, belajarlah percaya, belajarlah memiliki rasa tidak tahu malu yang suci.
Hari ini bersama Gereja Katolik sedunia, kita juga memperingati Pemberkatan Gereja Basilika Santa Perawan Maria Maggiore, yang dikenal juga sebagai peringatan Santa Perawan Maria dari Salju (Our Lady of the Snow).
Teladanilah kemurnian iman Ibu Maria yang putih seperti salju. Belajarlah menanti, belajarlah percaya, dan belajarlah memiliki rasa tidak tahu malu yang suci, sebagaimana ditunjukkan oleh Perawan Suci Maria sepanjang hidupnya.
Santa Perawan Maria dari Salju, doakanlah kami.

Pax, in aeternum.
Fernando