Meditasi Harian 16 Juli 2015 ~ Kamis dalam Pekan Biasa XV

image

MELEPASKAN BEBAN DOSA DAN MEMIKUL SALIB
(Peringatan St. Perawan Maria dari Gunung Karmel)

Bacaan:
Kel.3:13-20; Mzm.105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat.11:28-30

Renungan:
Panggilan Kristiani adalah panggilan untuk “melepaskan“.
Apa yang harus dilepaskan?
Dosa.
Kenapa harus dilepaskan?
Karena dosa adalah beban berat yang diletakkan iblis dalam perjalanan peziarahan kita menuju Allah, yang membuat kita merasa begitu kepayahan, terbebani dengan hebatnya, depresi dan jatuh dalam jurang keputusasaan, yang pada akhirnya membuat banyak orang berhenti dan tidak mau berjalan lagi, bahkan tak jarang mengalami kebinasaan karena beban dosa yang amat berat itu.
Maka, ketika Tuhan Yesus mengatakan, “Marilah datang kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu memikul beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu,” seruan lembut Tuhan itu bagaikan panggilan di tengah padang gurun untuk mendekat ke mata air dan minum sampai sepuasnya.
Untuk beroleh kelegaan, hanya satu yang perlu kamu lakukan yaitu “melepaskan“.

Pertanyaannya, “Beranikah kamu untuk melepaskan?
Keengganan untuk melepaskan merupakan kelekatan dengan dosa, yang tidak akan membuatmu mencapai mahkota kemuliaan.
Lepaskanlah dirimu dari persahabatan dengan dosa. Engkau tentu saja mengenal dirimu sendiri, dan tahu betul beban apa, halangan terberat apa, atau dosa apa yang menghalangi kamu untuk melangkah maju menuju Allah.
Entah itu dosa kerakusan, penyangkalan kuasa Allah, pornografi, nafsu seksual yang menyimpang, iri hati, kebiasaan bergosip, apapun bentuk dosa itu, “Lepaskanlah!”, “Bertobatlah!”.
Beranilah berkata “Tidak” kepada si jahat, dan jawablah “Ya” kepada Allah.
Sesudah engkau berani “melepaskan“, maka Tuhan akan menggantikan “beban” itu dengan memberimu suatu “kuk“.
Kuk ini sungguh berbeda dengan beban, karena bila beban membuatmu berhenti berjalan menuju Allah, maka kuk ini bagaikan sepasang sayap yang akan membuatmu melesat dan terbang tinggi bagai rajawali, yang menjadikan perjalananmu menuju Allah terasa enak dan lebih ringan.

Tentu saja rupa-rupa halangan dan rintangan lainnya akan tetap ada, akan selalu ada binatang buas yang mencoba menerkam kamu di sepanjang perjalanan. Namun, dengan kuk yang dipasang Tuhan atasmu, dengan komitmen untuk memikul salib yang diletakkannya atas bahumu, engkau akan terus berjalan maju diterangi sukacita Injil, dan pada akhirnya akan tiba pada tujuan akhir perjalananmu, yaitu beristirahat bersama Allah.
Jiwa kita tidak akan pernah beroleh ketenangan, sebelum beristirahat di dalam Dia.
Belajarlah dari Hati Tuhan yang lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu akan senantiasa beroleh ketenangan.
Panggilanmu adalah panggilan untuk melepaskan segala, untuk beroleh Allah, Sang Segala.

Semoga Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, yang kita peringati hari ini, melindungi kita dalam mantol ke-Ibu-annya, dan menjadi bagaikan Bintang Timur yang menuntun kita menuju Yesus, Putranya.
Per Mariam ad Iesum.
Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, doakanlah kami.

Pax, in aeternum.
Fernando