Meditasi Harian ~ Jumat dalam Pekan II Paskah

image

PERCAYA SAJA DAN LAKUKANLAH !

Bacaan:
Kis.5:34-42; Mzm.27:1.4.13-14; Yoh.6:1-15

Renungan:
Siapapun yang hendak memulai perjalanan kerasulannya bagi karya Allah, sedari awal harus selalu ingat bahwa pada akhirnya itu bukan karya kita, melainkan karya Allah.
Pengakuan dan penerimaan sepenuhnya akan kenyataan ini akan sangat membantu bila diperhadapkan pada gerak cinta Tuhan yang seringkali membuat kita bertanya, “Quo vadis, Domine?”
Kemana Tuhan mengarahkan panggilan kita, apa sebenarnya maksud dari tindakan-Nya, bagaimana mungkin sesuatu yang baik bisa muncul dari keadaan ini, bukankah lebih jika Tuhan melakukan begini, dan rupa-rupa pertanyaan lainnya seringkali muncul dalam karya kerasulan.
Para rasul mengalami hal serupa dalam peristiwa perbanyakan roti dan ikan, sebagaimana yang kita renungkan hari ini.
Pahamilah hal ini!
Allah dapat mendatangkan segala yang baik, bahkan dari atau melalui keadaan yang paling buruk sekalipun.
Allah tetap masuk akal, sekalipun seringkali tindakan-Nya, tuntutan-Nya, kehendak dan rencana-Nya terkesan tidak masuk akal.
Kita diminta untuk beriman dan taat. Percaya saja dan lakukanlah!
Dan jangan berharap dorongan atau tuntutan untuk percaya dan taat itu akan datang selalu dari Tuhan melalui pewahyuan pribadi. Panggilan kepada ketaatan suci dapat datang dari uskup-mu, prelat-mu, superior-mu, pembimbing rohanimu, bapa pengakuanmu, komunitasmu, orang-orang terdekat yang lebih maju daripadamu dalam hidup rohani, bahkan jangan heran bilamana itu dapat saja berasal dari orang yang berpapasan denganmu di tengah jalan.
Bila Beata Teresa dari Kalkuta menerima panggilan Tuhan yang berbicara lewat seruan sederhana seorang pengemis, “Aku Haus …”, dan taat melakukannya dengan setia, kendati sesudah itu dia dibawa ke dalam malam gelap, dimana Tuhan seolah tidak pernah berkata-kata dengan begitu jelasnya lagi hingga menjelang akhir hidupnya … tidakkah kamu juga seharusnya tidak perlu terkejut bilamana Tuhan melakukan hal yang serupa denganmu?

Pax, in aeternum.
Fernando