Meditasi Harian ~ Jumat dalam Pekan VI Paskah

image

ADA-MU MENJADI ADA-KU

Bacaan:
Kis.18:9-18; Mzm.47:2-3.4-5.6-7; Yoh.16:20-23a

Renungan:
Roh Kudus adalah jiwa dari Gereja. Hanya di dalam Dia, Gereja dapat menyelami sepenuhnya Misteri yang terkandung dalam karya keselamatan Kristus. Hanya dalam kepenuhan Roh-lah seorang beriman dapat memahami maksud dari setiap perkataan atau ajaran Yesus, dan tiba pada akhir pencarian batin, hari dimana kita “tidak akan menanyakan apa-apa” (bdk.Yoh.16:23) lagi, karena telah menemukan Dia dan bersatu dengan-Nya.
Itulah sebabnya hari ini Gereja mengawali “decenario“, 10 hari dalam doa yang nantinya akan berpuncak pada Hari Raya Pentakosta. Sebagai putra-putri Paskah yang telah menerima Roh Kudus dalam Sakramen Pembaptisan, kita akan berdoa, sebagaimana Bunda Maria dan para Rasul di ruang atas berdoa, agar karunia-karunia Roh Kudus, yang selama ini telah memberi daya hidup dan kuasa dalam Gereja, boleh membaharui hidup beriman kita untuk semakin membiarkan diri kita dikuasai sepenuhnya oleh Roh Allah.
Roh Kudus akan menghantar kita pada “kesempurnaan iman melalui kurnia-kurnia-Nya, sehingga semakin dalam dan sempurnalah pengenalan kita akan Wahyu Ilahi.” (bdk. Dei Verbum 5)

Dalam kuasa Roh Kudus itu seorang akan mengalami perjumpaan dengan Yesus secara baru dan jauh berbeda dibandingkan bagaimana dunia mengenal dan menerima Dia. Pada saat itu terjadilah apa yang disebut oleh para teolog sebagai “komunikasi dialogis“.
Komunikasi dialogis ini mendatangkan suatu “metanoia” yang membuat manusia berserah diri sepenuhnya untuk menerima “Ada-Nya” sebagai “ada-ku“, dan menghantar kita pada kesadaran bahwa “ada-ku” hanya akan menemukan makna dan kepenuhan di dalam “Ada-Nya“. Buah dari kesadaran itu adalah kesanggupan untuk menjawab “ya” kepada Bapa jawaban “Ya“, sebagaimana yang selalu diberikan oleh Yesus Sang Putra kepada Bapa.
Semoga Novena Pentakosta yang akan kita jalani ini menghantar kita pada kesadaran ini, sehingga “Ada-Nya” menjadi “ada-ku”, dan karena-Nya kita akan selalu sanggup menjawab “Ya” kepada Allah, dan “Tidak” kepada si Jahat.
Dengan demikian, seperti seorang anak kecil yang begitu mengasihi dan menaati ayahnya, kita pun akan menjadi putra-putri Allah dan Gereja Kudus-Nya, yang sanggup menerima baik pemberian maupun tugas “apapun” dari tangan kemurahan Allah, dalam ketaatan mutlak kepada Gereja Kudus-Nya.
Datanglah, Ya Roh Kudus.

Pax, in aeternum.
Fernando