Meditasi Harian ~ Kamis dalam Pekan IV Paskah

image

PENGKHIANATAN AKAN SELALU ADA

Bacaan:
Kis.13:13-25; Mzm.89:2-3.21-22.25.27; Yoh.13:16-20

Renungan:
Sejarah kekristenan ditandai dengan mereka yang dengan berani menjemput berbagai bentuk kemartiran. Memberi diri sebagai santapan bagi binatang-binatang buas daripada kehilangan imannya, merelakan diri untuk dihukum mati di kamar gas dalam kamp konsentrasi demi menggantikan posisi narapidana lain yang seharusnya menjalani hukuman itu, dibakar hidup-hidup karena tidak ingin meninggalkan umatnya sendirian menghadapi keberingasan mereka yang membenci para pengikut Kristus, melayani para penderita kusta sendirian di pulau terasing sampai harus mati karena penyakit yang sama, bahkan untuk mati ditembak saat sedang memberi makan mereka yang kelaparan, kendati yang dia layani itu adalah orang-orang yang tidak beriman, dan mungkin tidak akan pernah mau beriman atau menghargai pengorbanannya.
Akan tetapi di balik sikap heroik dalam beriman yang demikian, sejarah kekeristenan juga mencatat mereka yang meninggalkan salib karena ketidak sanggupan menerima tuntutan salib, yang secara sadar mengkhianati hidup kekristenan itu sendiri. Mereka yang menyebut diri kristen tetapi mendukung hukuman mati, para dokter yang melakukan aborsi dan gigih mempromosikan penggunaan kondom dan alat kontrasepsi, bahkan melakukan euthanasia atas nama rasa kemanusiaan yang keliru, para pengacara yang membela kejahatan karena bayaran yang tinggi, para pejabat yang menerima suap atas dasar bahwa semua orang juga melakukannya, para imam yang sibuk bermain saham, tetapi sementara angka-angka investasinya mengalami kenaikan, tanpa disadari angka-angka domba yang meninggalkan Gereja karena kelalaiannya memelihara jiwa semakin bertambah dari hari ke hari.

Injil hari ini berbicara begitu keras dan jelas, “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia” (Yoh.13:18-19).
Pengkhianatan akan selalu ada. Akan selalu ada Yudas-Yudas kekristenan yang meninggalkan altar dan persekutuan Gereja, mengkhianati dengan sebuah ciuman, untuk bergabung dengan para penyamun, singa dan serigala, dan berbalik menyerang Gereja Kudus-Nya dengan membawa nama Tuhan, sambil menuding bahwa Gereja telah kehilangan kemurniannya.

Saudara-saudari terkasih. Gereja Katolik tidak pernah, dan tidak akan pernah kehilangan kemurniannya. Gereja tetap kudus sekalipun orang-orangnya adalah pendosa. Tahbisan itu suci dan mereka yang melayani dalam kuasa tahbisan itu wajib dihormati, ditaati dan dicintai secara total, sekalipun mungkin tahbisan itu dalam pandangan manusia ditumpangkan atas mereka yang dipenuhi dengan berbagai kelemahan dan keterbatasan, bahkan yang mungkin mulai lupa atau melalaikan tugas luhurnya. Itu semua untuk membuatmu rendah hati untuk tidak memandang muka, dan menyadari bahwa Tuhanlah yang berkarya di balik itu semua.

Kamulah yang harus berubah! Kamulah yang harus mengoyakkan hatimu untuk bertobat, bukannya menuntut Gereja untuk merubah sikap demi gagasan yang keliru dan mendorong Gereja supaya menyesuaikan diri dengan semangat zaman. Kebebalan dan ketegaran hatimu-lah yang saat ini mendorongmu untuk memberikan interpretasi baru tetapi sesat pada Kitab Suci, Tradisi dan Ajaran Gereja. Niatmu yang mengatasnamakan hak-hak asasi manusia, terobosan medis, emansipasi dan kesamaan gender, telah melukai Gereja dan mengaburkan jejak-jejak Kristus, serta merusak tatanan Penciptaan.
Bahwa Gereja harus senantiasa membuka diri bagi angin segar perubahan, itu memang benar dan sungguh perlu.
Tetapi, untuk secara keliru menggunakan dalil itu pada usaha untuk menyeret Gereja Katolik tenggelam dalam arus zaman, kehilangan kemurniannya ajaran imannya, membelokkan pewartaan sukacita Injil, menyangkal suara kenabiannya, itu adalah jahat di mata Tuhan.
Injil hari ini menjadi suara Ilahi dan seruan pertobatan bagi kita, “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.” (Yoh.13:18-19)

Pengkhianatan akan selalu ada. Mereka yang meninggalkan Kristus karena kerasnya kata-kata Yesus akan selalu ada. Akan tetapi, milikilah kerendahan hati untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua orang sanggup menerima tuntutan Injil. Tugasmu adalah mewartakan, bukan meyakinkan, kendati kamu memang dipanggil untuk mewartakan secara meyakinkan tanpa cacat dalam hidup dan karyamu. Tugasmu hanyalah untuk selalu menjawab, “Ya. Ini aku, Tuhan. Utuslah aku.” Untuk mendorong batu, tanpa mempedulikan apakah batu itu akan terguling atau tidak. Pada waktunya nanti, seturut gerak cinta Tuhan, kamu akan dihantar pada pengalaman mistik yang membuatmu memandang Allah yang berseru dari dalam awan, “Akulah Dia” (bdk. Yoh.13:19).

Pax, in aeternum.
Fernando