KRISIS KEMANUSIAAN NEPAL

image

Gempa bumi hebat (7.8 skala richter) yg terjadi kemarin (25/04/15) di Nepal, sebuah negara kecil & tertinggi yg terletak di pegunungan Himalaya telah membawa kehancuran besar dengan korban jiwa sekarang mencapai 2.300 jiwa, dan diperkirakan masih akan bertambah, mengingat terpencilnya negara ini dan lokasi wilayahnya yang ekstrim.
Korban jiwa ini belum termasuk mereka yang saat ini masih terjebak di gunung Everest dan wilayah negara India di sekitar pegunungan Himalaya.
Ratusan pendaki gunung terjebak longsor Himalaya, puluhan di antaranya tewas, korban luka pun segera meninggal karena sulitnya usaha pertolongan dengan helikopter mencapai lokasi Gunung Everest.
Sementara itu, mereka yang selamat mulai kehabisan stok makanan dan persediaan bahan bakar utk menghangatkan diri.

Nepal sendiri berpenduduk lebih dari 30 juta jiwa, mayoritas rakyatnya beragama Hindu dan Buddha.
Umat Katolik disana hanyalah minoritas dgn jumlah umat 10.000 jiwa.
Hukum Nepal sendiri melarang perpindahan agama dengan hukuman sangat berat. Kendati Gereja Katolik Kathmandu beberapa kali diserang dan dibom, umat Katolik terus bertambah.
Hanya ada 1 Vikariat Apostolik (bukan Keuskupan) disana, dengan 1 orang Uskup yang dibantu para pastor dan suster misionaris.
Jadi, secara yuridis, karena belum berstatus Keuskupan, Gereja Katolik Nepal belum otonom, dan masih berada langsung di bawah tanggung jawab Tahta Suci Vatikan.

#Saat ini, 2 organisasi kemanusiaan Katolik yg terbesar, Catholic Relief Services (CRS) dan CARITAS International, sudah berada di lokasi bencana, hanya beberapa jam setelah bencana, kendati bandara ditutup karena mengalami kerusakan.
Catholic Relief Services (CRS) dan CARITAS International adalah 2 organisasi kemanusiaan yg pertama kali tiba di lokasi bencana & sekarang bekerja siang-malam memberikan bantuan makanan maupun medis, merawat para korban di rumah sakit darurat Katolik.
Mereka juga membantu utk mengkoordinir lembaga-lembaga PBB, negara-negara, dan organisasi-organisasi kemanusiaan lainnya yang sekarang baru tiba atau masih dalam perjalanan menuju kesana untuk membantu korban bencana.
Bapa Suci Paus Fransiskus dalam pesannya kemarin telah menyerukan semua negara untuk segera mengirimkan bantuan ke Nepal, dan meminta umat Katolik di seluruh dunia untuk berdoa bagi Nepal.
Bagi umat Katolik yang ingin turut membantu secara financial, silakan buka website mereka dengan mengklik link ini, Catholic Relief Services dan CARITAS International.
Bantuan diprioritaskan bagi para korban yang paling menderita, yang mayoritas adalah umat Hindu dan Buddha.

Selamat Minggu Panggilan.

Pax, in aeternum.
Fernando