Meditasi Harian ~ Rabu dalam Pekan VI Paskah

image

KAMU ADA KARENA DIA

Bacaan:
Kis.17:15.22 – 18:1; Mzm.148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yoh.16:12-15

Renungan:
Hidup kita kehilangan arti tanpa Tuhan. Hidup kita hanya akan menemukan makna di dalam Tuhan, karena hanya di dalam Dia, kita “hidup, bergerak, dan ada” (bdk.Kis.17:28a).
Disadari atau tidak, setiap orang yang mencari kebenaran, sebenarnya mencari Allah. Demikian pula setiap orang yang mencari kebahagiaan, sebenarnya mencari Allah. Allah itulah Kebenaran. Dialah kebahagiaan yang sejati yang kamu cari selama ini. Banyak orang bijak dan pandai menurut ukuran dunia, yang mencari kebenaran, tetapi tidak pernah menemukannya, karena mereka menolak menerima Yesus, Putra Allah, Sang Kebenaran, serta menolak sukacita Injil yang diwartakan oleh Gereja. Demikian pula ada begitu banyak orang yang jatuh dalam kebahagiaan palsu, yang hadir dalam berbagai bentuk kenikmatan dunia, pelarian diri dari kenyataan hidup, dan persahabatan dengan dosa.
Kendati kita telah menjadi putra-putri Gereja, dengan rendah hati harus diakui bahwa kitapun seringkali menyangkal kebenaran dan memilih diam tanpa suara, serta jatuh dalam kebutaan yang sama, sehingga merasa tidak bahagia.
Oleh karena itu, mohonkanlah pembaharuan iman dan daya hidup Roh Kudus, agar oleh hembusan dan gerak cinta-Nya yang lembut, kita dituntun-Nya untuk menemukan kebenaran dan kebahagiaan sejati.
Berdirilah dengan teguh dalam iman, tinggalkan kegelapan dan mulailah melangkah menuju cahaya, tanpa pernah menoleh lagi ke belakang.
Terlalu lama si jahat membuatmu terpuruk di sudut yang gelap dalam ketiadaan cinta, pengharapan, dan kebahagiaan.
Padahal, sejak awal kamu justru diciptakan dalam kelimpahan cinta oleh Sang Cinta, dan dipanggil untuk bercahaya sebagai saksi-saksi kebenaran, sehingga pada akhirnya beroleh mahkota kebahagiaan surgawi.
Berjuanglah dalam pertempuran suci yang heroik guna memenangkan jiwamu, untuk meninggalkan segala hal yang selama ini menjadi rintangan terbesar bagimu dalam mendekati dan menyentuh Hati Tuhan.
Dekatilah api cinta-Nya, dan sekalipun sakit, bahkan hangus oleh kobaran api cinta-Nya, biarlah dirimu dimurnikan karena-Nya.
Milikilah kerendahan hati untuk membiarkan dirimu dikuasai sepenuhnya oleh cinta-Nya yang membimbing.
Semoga tiba saatnya dalam perjalanan rohanimu, dimana engkau akan meletakkan tongkat peziarahanmu dan akhirnya berhenti mencari. Itulah saat dimana wajahmu dibasahi air mata, bukan karena dukacita, melainkan sukacita karena kamu telah menemukan Dia yang dengan penuh kelembutan menyapa, “Ini Aku. Beristirahatlah.

Pax, in aeternum.
Fernando