Meditasi Harian 14 Juli 2016 ~ Kamis dalam Pekan Biasa XV

HIDUP TANPA BEBAN DI JALAN-NYA

Bacaan:

Yes.26:7-9.12.16-19; Mzm.102:13-14ab.15.16-18.19-21; Mat.11:18-20

Renungan:

Panggilan Kristiani adalah panggilan untuk “melepaskan“.

Apa yang harus dilepaskan? Dosa.

Kenapa harus dilepaskan?
Karena dosa membebani hidup seorang beriman, dan melenyapkan kehidupan. Dosa adalah beban berat yang diletakkan iblis dalam perjalanan peziarahan kita menuju Allah. Dosa membuat kita merasa begitu kepayahan, terbebani dengan hebatnya, depresi dan jatuh dalam jurang keputusasaan. Itulah sebabnya banyak orang berhenti dan tidak mau berjalan lagi di jalan Tuhan, bahkan tak jarang mengalami kebinasaan dengan pindah ke jalan si jahat, karena beban dosa yang amat berat itu.

Maka, ketika Tuhan Yesus mengatakan, “Marilah datang kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu memikul beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu,” seruan lembut Tuhan itu bagaikan panggilan di tengah padang gurun, untuk mendekat ke mata air dan minum sampai sepuasnya.
Untuk beroleh kelegaan, hanya satu yang perlu kamu lakukan yaitu “melepaskan“. 

Pertanyaannya, “Beranikah kamu untuk melepaskan?

Keengganan untuk melepaskan berakar pada kelekatan dengan dosa, yang tidak akan membuatmu mencapai mahkota kemuliaan.
Lepaskanlah dirimu dari persahabatan dengan dosa. Engkau tentu saja mengenal dirimu sendiri, dan tahu betul beban apa, halangan terberat apa, atau dosa apa yang menghalangi kamu untuk melangkah maju menuju Allah.
Entah itu dosa kerakusan, penyangkalan kuasa Allah, pornografi, nafsu seksual yang menyimpang, iri hati, kebiasaan bergosip, apapun bentuk dosa itu, “Lepaskanlah!”, “Bertobatlah!”.
Beranilah berkata “Tidak” kepada si jahat, dan jawablah “Ya” kepada Allah.
Sesudah engkau berani “melepaskan“, maka Tuhan akan menggantikan “beban” itu dengan memberimu suatu “kuk“.
Kuk ini sungguh berbeda dengan beban, karena bila beban membuatmu berhenti berjalan menuju Allah, maka kuk ini bagaikan sepasang sayap yang akan membuatmu melesat dan terbang tinggi bagai rajawali, yang menjadikan perjalananmu menuju Allah terasa enak dan lebih ringan. Terjemahan lain dari bahasa asli Yunani mengenai ungkapan bahwa kuk itu “enak“, ialah bahwa kuk itu sungguh “sepantasnya“, diberikan secara pas, tidak lebih dan tidak kurang. Inipun menjadi penghiburan bagi kita yang mengalami rupa-rupa pengalaman dalam hidup beriman. Segala rancangan Tuhan itu benar-benar sesuai dengan kemampuan kita menanggungnya, tidak lebih dan tidak kurang. Ini pula yang kita doakan dalam kerinduan setiap hari dengan berseru, “Berikanlah kami rejeki secukupnya“.

Tentu saja rupa-rupa halangan dan rintangan akan selalu ada. Akan selalu ada binatang buas yang mencoba menerkam kamu di sepanjang perjalanan. Namun, dengan kuk yang dipasang Tuhan atasmu, dengan komitmen untuk memikul salib yang diletakkannya atas bahumu, engkau akan terus berjalan maju diterangi sukacita Injil, dan pada akhirnya akan tiba pada tujuan akhir perjalananmu, yaitu beristirahat bersama Allah. Jiwa kita tidak akan pernah beroleh ketenangan, sebelum beristirahat di dalam Dia. Belajarlah dari Hati Tuhan yang lemah lembut dan rendah hati, maka jiwamu akan senantiasa beroleh ketenangan. Panggilanmu adalah panggilan untuk melepaskan segala, untuk beroleh Allah, Sang Segala. 

Hidup tanpa beban di jalan Tuhan bukan berarti ketiadaan masalah. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang mengajarkan kemakmuran palsu. Jalan kekristenan adalah jalan yang berpuncak di Kalvari. Kekristenan yang hanya menawarkan kesuksesan, kemapanan finansial, dan ketiadaan penderitaan hidup, adalah “palsu“. Hidup tanpa beban di jalan Tuhan berarti masuk ke dalam badai hidup, untuk mengalami goncangan dan pergumulan, dan pada akhirnya keluar sebagai pemenang dalam Iman. Ini dapat disalah mengerti, dan dirasakan sebagai beban berat karena dosa-dosa kitalah, yang mengaburkan penyertaan dan rahmat Tuhan yang senantiasa menyertai kita untuk melalui semuanya itu. 

Menapaki jalan Tuhan memang adalah suatu perjuangan, tetapi bila dimengerti dalam Terang Iman, yakinlah bahwa perjuangan itu sungguh pantas untuk diperjuangkan, karena berujung pada kebahagiaan kekal bersama Allah dan para kudusnya. Tujuannya jelas, tanah air surgawi. Tidak ada jalan lain, sebab jalan manapun di luar itu, adalah perangkap si jahat yang berujung pada kebinasaan. Karena itu mulailah melepaskan segala beban dosa yang membebani hidupmu. Bertobatlah dan berubahlah! Tinggalkanlah jalan si jahat, dan mulailah berbalik untuk menapaki jalan Tuhan. Belajarlah dari Ibu kita Maria, Bintang Timur yang menunjukkan jalan menuju Kristus, Putranya. Dengan penuh kasih keibuan, dia akan menuntunmu bersama semua putra-putri Gereja, untuk memandang dan mulai berjalan ke Timur, kepada Kristus, Sang Surya Kehidupan Abadi. 

Regnare Christum volumus! 


✥ Fidei Defensor ~ Fernando ✥