Sistem Komputer saat ini sudah bisa membantu orang bisu-tuli untuk Mengaku Dosa

Sakramen Tobat, yang juga dikenal dengan sebutan Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Pengakuan Dosa

Sakramen Tobat, yang juga dikenal dengan sebutan Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Pengakuan Dosa

Phoenix , Arizona  – Seorang Imam/Pastor dari Phoenix, Arizona, telah menciptakan sistem komputer yang dimaksudkan untuk membantu umat Katolik yang bisu-tuli, tuna rungu atau tuna wicara untuk melakukan pengakuan mereka dalam Sakramen Tobat.

Pastor Romuald P. Zantua , penemu sistem , mengatakan kepada CBCP News bahwa penemuannya akan membantu meningkatkan praktek pengakuan dosa, terutama bagi orang-orang bisu & tuli yang memiliki akses terbatas pada Imam/Pastor yang memahami bahasa isyarat.

Website dari sistem bernama St. Damien Confession Box ini, mengatakan bahwa sistem ini terutama ditujukan bagi tuna rungu dan tuna wicara yang mungkin tidak dapat berkomunikasi dengan baik kepada Imam yang mendengar pengakuan dosa mereka.

“Kebanyakan para imam/pastor juga tidak terlatih atau cukup mahir dalam percakapan bahasa isyarat,” kata website ini.

Sekitar 500.000 orang Amerika menggunakan bahasa isyarat sebagai sarana utama komunikasi mereka .

Sistem ini dijalankan pada sebuah perangkat lunak khusus yang menggunakan dua komputer berkeamanan tinggi serta dirancang khusus. Semua pilihan konektivitas jaringan dinonaktifkan kecuali untuk koneksi Ethernet, yang menghubungkan perangkat dengan kabel jaringan.

Peniten (mereka yang mengaku dosa) dan Imam (Pastor yang bertindak sebagai Bapa Pengakuan) masing-masing memiliki komputer mereka sendiri. Mereka berkomunikasi melalui pesan yang diketik pada program chatting. Pesan akan langsung terhapus di akhir setiap pengakuan. Tidak ada data yang akan disimpan.

Sistem ini masih menunggu persetujuan dari Tahta Suci Vatikan. Kantor Katolik Nasional untuk para Tuna Rungu dan Tuna Wicara, serta Kemitraan Katolik Nasional untuk Orang Cacat, telah membantu menilai dan merevisi sistem dalam perkembangannya.

Hukum Gereja mengakui bahwa orang yang bisu dan tuli dapat mengaku dosa melalui komunikasi tertulis atau penerjemah yang disetujui, meskipun demikian semua pengakuan harus dilakukan secara pribadi dan dihadiri langsung oleh si peniten/tidak bisa diwakilkan.

Sebuah presentasi video untuk St. Damien Confession Box mengatakan akan “selalu ada kebutuhan” bagi para Imam yang memahami bahasa isyarat, tetapi sistem ini menyediakan alternatif manakala tidak ada Imam dengan keahlian tersebut.

Sistem ini dinamai Saint Damien of Molokai, seorang Pastor yang sangat dikenal kesuciannya, yang meninggal saat melayani penderita kusta Hawaii, hingga akhirnya dia tertular pun kusta sampai kematiannya. Dia tidak diperkenankan meninggalkan pulau Molokai dan menghadapi kesulitan besar saat ia sendiri ingin mengakukan dosanya kepada rekan Imam/Pastor yang lain.

Website St. Damien Confession Box adalah http://stdamien.org .