Meditasi Harian ~ Selasa dalam Pekan Biasa XV

image

BERBALIK KEPADA ALLAH

Bacaan:
Kel.2:1-15a; Mzm.69:3,14,30-31,33-34; Mat.11:20-24

Renungan:
Kesejatian seorang Kristiani seringkali terlihat dari caranya bersikap terhadap sentuhan rahmat Allah.
Tak jarang didapati, bahwa mereka yang dilimpahi dengan segala mujizat, berkat, pertolongan, dan kemanisan rohani dari Allah, justru pada akhirnya pribadi-pribadi yang “berlimpah susu dan madu” ini menjadi mereka yang tidak tahu bersyukur, lupa diri dan tumpul hati untuk bertobat.

Sementara itu, dapat pula kita jumpai insan-insan Allah yang ketika diperhadapkan pada rupa-rupa badai pergumulan hidup, cobaan, penderitaan, sakit, ketidakadilan, dan berbagai kemalangan lainnya, mereka ini justru senantiasa mempersembahkan hati yang remuk redam di hadapan Allah, penyerahan diri total dan kepercayaan tanpa batas, serta menampilkan suatu sikap heroik dalam beriman, yang mendatangkan kekaguman dari penghuni surga dan dunia.

Banyak orang menyebut diri pengikut Kristus yang sejati, tetapi pada akhirnya justru kelihatan bahwa dari semula hati mereka sebenarnya tidak pernah terarah kepada Allah.
Dekatilah Tuhan bukan karena kewajiban atau kebutuhan belaka, bukan karena apa yang telah Dia berikan, bukan pula karena mujizat atau kemanisan rohani yang telah kamu terima.
Cinta yang didasarkan pada pemberian, tidak akan pernah bertahan. Manakala keran yang mengalirkan segala pemberian itu seolah berhenti atau tertutup, gersanglah hati dan padamlah cintamu.

Cinta yang sejati justru tumbuh subur dalam ketiadaan, dalam kekosongan. Dekatilah Dia dengan hati yang remuk redam dan diubahkan oleh sentuhan rahmat Allah. Hati yang dipenuhi kerinduan dan kesadaran bahwa hidupmu hanya akan menemukan makna dan kepenuhan di dalam Dia.
Milikilah kemiskinan roh, maka Dia yang melihat kepapaan rohanimu, akan mencurahkan cinta yang tidak hanya memenuhi hatimu, melainkan membeluar keluar dan dirasakan pula oleh semua orang yang berjumpa denganmu.

Kecaman Tuhan Yesus atas Kapernaum, Khorazim, dan Betsaida, hendaknya mengingatkan kita agar bijak dalam bersikap saat mengalami sentuhan rahmat Allah, untuk tahu bersyukur, bertobat dan berbalik kepada Allah.
Semoga engkau mencari Kristus. Semoga engkau menemukan Kristus. Semoga engkau mencintai Kristus.” ~ St. Josemaría Escrivá

Pax, in aeternum.
Fernando