Meditasi Harian 29 Maret 2016~SELASA DALAM OKTAF PASKAH

image

DIALAH SEGALANYA BAGIKU

Bacaan:
Kis.2:36-41; Mzm.33:4-5.18-19.20.22; Yoh.20:11-18

Renungan:
Dalam kisah Injil hari ini, kita mendapati dan diajak untuk merenungkan dukacita seorang  wanita yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan. Kendati sering disalah mengerti dalam sejarah keselamatan, Maria Magdalena mungkin dapat dikatakan adalah wanita Kudus yang paling mengasihi Tuhan kita, setelah Santa Perawan Maria, Bunda-Nya.
Hati wanita ini begitu terarah kepada Allah. Diselubungi airmata ketidaktahuan mistik saat menemukan malam telah kosong, dia menangis tersedu-sedu, dan dari balik tangisan itu, keluarlah kata-kata yang hanya dapat timbul dari hati yang mencinta, “Mereka telah mengambil Tuhanku…” (bdk.Yoh.20:13d)
Inilah seruan dari seorang yang senantiasa memandang Allah dalam ketepesonaan cinta, sebagaimana diungkapkan oleh pemazmur, “Jiwaku menanti-nantikan Tuhan“. (bdk.Mzm.33:20)

Bagi Maria Magdalena, Tuhan Yesus adalah harta paling berharga baginya. Dialah Kekasihnya. Dialah Segalanya baginya.
Hidup Maria Magdalena, hatinya yang mencinta, seolah membawa kita pada permenungan pribadi perihal kedalaman cinta kita akan Allah. Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita? Sudahkah kita melayani Dia seutuhnya?
Sebagian orang memanggil Allah sebagai kekasih, padahal Ia tidak sungguh-sungguh menjadi yang terkasih, karena hati mereka tidak pernah terarah kepada Allah,” demikian kata St. Yohanes dari Salib.

Semoga sukacita Paskah juga mengobarkan dalam hati kita kerinduan untuk selalu memandang wajah Tuhan, dan mengungkapkan cinta kita kepada-Nya, bukan hanya dengan menyapa Dia sebagai “Kekasihku“, tetapi mengungkapkannya secara nyata dalam hidup dan karya.
Kalau kamu sungguh mencintai Tuhan dan hatimu benar-benar selalu terarah pada-Nya, kalau memang Dia sungguh adalah yang terkasih dalam hidupmu; Buktikanlah! Mulailah bersikap sebagaimana layaknya seorang kekasih. “Dilige et quod vis fac ~ Cintailah dan lakukan apa saja yang kamu kehendaki” (St. Agustinus dari Hippo).
Semoga Bunda Maria senantiasa menjadi Bintang Timur, penunjuk jalan yang aman menuju Putranya. Kiranya Santa Maria Magdalena menyertai peziarahan batinmu di tengah dunia ini, agar kamu selalu dapat mengenali suara lembut Sang Guru (Rabboni). Sebab Dialah Cahaya Paskah yang sejati. Dialah Sukacitamu. Dialah Kekasihmu.

Regnare Christum volumus!

✥ Fidei Defensor ~ Fernando ✥

HAPPY NEW YEAR 2016

image

Bagi sahabat-sahabatku terkasih, serta semua orang yang berkehendak baik.

Sebagai pribadi maupun selaku admin www.jalankecil.com dan #BBM Channel “Katolik Indonesia”, saya mengucapkan,

SELAMAT TAHUN BARU 2016

“Jangan biarkan hidupmu menjadi sia-sia. Jadilah manusia yang berguna. Tinggalkan jejak. Pancarkan cahaya iman dan cinta kasihmu.” ~ St. Josemaría Escrivá

+++ Fidei Defensor ~ Fernando +++

Umat Kristen menanggapi ISIS

Video Inspiratif ini dibuat oleh umat Kristen sebagai respon terhadap misi ISIS yang ingin melenyapkan kekristenan dan ingin mengancurkan Kota Suci Roma.
Video dengan judul, “A Letter from the People of the Cross to ISIS” ini semakin populer di dunia maya akhir-akhir ini dan telah diterjemahkan juga ke dalam bahasa Arab.
Berikut transkrip teks bahasa Inggris dalam video. Bagi yang ingin membaca terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, silakan gunakan fitur google translate yang tersedia pada sudut kanan atas.

TRANSCRIPT

The world is talking about you
Your apocalyptic dreams and spectacular sins
Are now awakening the middle east
In your holy war, come to holy ground
Come children of Abraham come
The people of the cross gathers at your gates with a message

Love is coming after you.
Like a rush of wind grazing over the pacific
From hills of the mount of olives to the desert winds of Jordan
From the cedars of lebanon to the silk roads of the East
An army comes. With no tanks or soldiers
But an army of martyrs faithful unto death
Carrying a message of life
The people of the cross 
Comes to die at your gates. 
If you wont hear our message with words
Then we will show you with our lives
Laid down.

For every throat you slit and every woman you rape
For every man you burn and every child you turn to dust
There is blood on your hands brother

But Come Brothers Come

Come with your bloodstained hands,
Come with your eyes full of murder for the people of the Cross,
Come lay your guns and your knives at the foot of the cross
A love that is overdue and overwhelming
Breathes through your cities

Though your sins are like scarlet
They can be washed white as snow
Though you call yourselves servants
He will make you into Sons
Where can you run from His love?
Even the darkness cannot hide you

Come Brothers Come
There is the sound of a rushing rain
To remove your sins and bind your wounds
You die for your god but our God died for us 
The King of Kings comes to be the sacrificial lamb
Slain on the altar where we should have been
Jesus Christ, Isa Al Masih
Walks through the Middle East

There is forgiveness tonight oh brother
There is healing for your sins oh brother
We are no different.
Apart from Christ, we are no better than the worst jihadist
Christ has been crucified once. and for All.
To make sinners like you and me into brothers
Even you.
Even now.

Pax, in aeternum.
Fernando

KRISIS KEMANUSIAAN NEPAL

image

Gempa bumi hebat (7.8 skala richter) yg terjadi kemarin (25/04/15) di Nepal, sebuah negara kecil & tertinggi yg terletak di pegunungan Himalaya telah membawa kehancuran besar dengan korban jiwa sekarang mencapai 2.300 jiwa, dan diperkirakan masih akan bertambah, mengingat terpencilnya negara ini dan lokasi wilayahnya yang ekstrim.
Korban jiwa ini belum termasuk mereka yang saat ini masih terjebak di gunung Everest dan wilayah negara India di sekitar pegunungan Himalaya.
Ratusan pendaki gunung terjebak longsor Himalaya, puluhan di antaranya tewas, korban luka pun segera meninggal karena sulitnya usaha pertolongan dengan helikopter mencapai lokasi Gunung Everest.
Sementara itu, mereka yang selamat mulai kehabisan stok makanan dan persediaan bahan bakar utk menghangatkan diri.

Nepal sendiri berpenduduk lebih dari 30 juta jiwa, mayoritas rakyatnya beragama Hindu dan Buddha.
Umat Katolik disana hanyalah minoritas dgn jumlah umat 10.000 jiwa.
Hukum Nepal sendiri melarang perpindahan agama dengan hukuman sangat berat. Kendati Gereja Katolik Kathmandu beberapa kali diserang dan dibom, umat Katolik terus bertambah.
Hanya ada 1 Vikariat Apostolik (bukan Keuskupan) disana, dengan 1 orang Uskup yang dibantu para pastor dan suster misionaris.
Jadi, secara yuridis, karena belum berstatus Keuskupan, Gereja Katolik Nepal belum otonom, dan masih berada langsung di bawah tanggung jawab Tahta Suci Vatikan.

#Saat ini, 2 organisasi kemanusiaan Katolik yg terbesar, Catholic Relief Services (CRS) dan CARITAS International, sudah berada di lokasi bencana, hanya beberapa jam setelah bencana, kendati bandara ditutup karena mengalami kerusakan.
Catholic Relief Services (CRS) dan CARITAS International adalah 2 organisasi kemanusiaan yg pertama kali tiba di lokasi bencana & sekarang bekerja siang-malam memberikan bantuan makanan maupun medis, merawat para korban di rumah sakit darurat Katolik.
Mereka juga membantu utk mengkoordinir lembaga-lembaga PBB, negara-negara, dan organisasi-organisasi kemanusiaan lainnya yang sekarang baru tiba atau masih dalam perjalanan menuju kesana untuk membantu korban bencana.
Bapa Suci Paus Fransiskus dalam pesannya kemarin telah menyerukan semua negara untuk segera mengirimkan bantuan ke Nepal, dan meminta umat Katolik di seluruh dunia untuk berdoa bagi Nepal.
Bagi umat Katolik yang ingin turut membantu secara financial, silakan buka website mereka dengan mengklik link ini, Catholic Relief Services dan CARITAS International.
Bantuan diprioritaskan bagi para korban yang paling menderita, yang mayoritas adalah umat Hindu dan Buddha.

Selamat Minggu Panggilan.

Pax, in aeternum.
Fernando

Kutipan Orang Kudus Hari Ini

image

“Satu ciri yang amat penting bagi seorang yang berjiwa merasul adalah cintanya akan Misa Kudus. ‘Misa Kudus itu panjang,’ katamu, dan aku menjawab: ‘Itu karena cintamu sedikit’.” ~ St. Josemaría Escrivá

Pax, in aeternum.
Fernando

Apa itu “Misa Krisma”?

image

Misa Krisma, adalah Misa setahun sekali yang “sejatinya” diselenggarakan pagi hari Kamis Putih di Gereja Katedral oleh Uskup bersama para Imam dalam wilayah Keuskupannya.
Dalam Misa ini, Uskup akan memberkati 3 jenis Minyak, yaitu Minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum atau Oleum Sanctorum), Minyak Pengurapan Orang Sakit (Oleum Infirmorum), dan Minyak Krisma (Sacrum Chrisma). Untuk minyak yang terakhir ini liturgi pemberkatannya sedikit berbeda, dimana Uskup akan menghembuskan Roh Kudus ke dalamnya (bdk.Yoh.20:22).
Tradisi pemberkatan minyak suci ini sudah dilakukan sejak Gereja Perdana (para Rasul).
Minyak-minyak ini nantinya akan dipergunakan dalam pelayanan sakramen-sakramen Gereja di sepanjang tahun dalam wilayah Keuskupan itu.
Dalam Misa ini juga biasanya dilakukan pembaharuan janji Imamat oleh semua Imam yang hadir.
Mengingat pentingnya Misa Krisma ini, waktu pelaksanaannya yang berdekatan dengan Misa Kamis Putih di malam harinya, serta pertimbangan partisipasi para Imam yang bertugas di tempat yang jauh dari pusat Keuskupan, biasanya Uskup setempat dapat memindahkannya ke hari Rabu sebelumnya.

Pax, in aeternum.
Fernando