Renungan Harian 13 Juli 2016 ~ Rabu dalam Pekan Biasa XV


BAHAGIA ITU SEDERHANA


Bacaan:

Yes.10:5-7.13-16; Mzm.94:5-6.7-8.9-10.14-15; Mat.11:25-27



Renungan
:

Mereka yang tahu bersyukur adalah mereka yang telah menemukan kebahagiaan beriman dalam kesederhanaan, dalam ketidak punyaan, dalam kemiskinan roh. Demikian pula dapat dikatakan, bahwa kepemilikan akan kesementaraan dunia, merupakan awal ketidak bahagiaan. Ini bukanlah paham sosialis komunis, melainkan berakar dalam hakekat Kekristenan itu sendiri. Ini bukan pula penolakan atau larangan bagi kita untuk memiliki sesuatu dalam hidup, tetapi milikilah tanpa melekatkan hatimu kepada apa yang kamu miliki. Dengan demikian, sesungguhnya kuk yang dipasang atasmu itu enak, dan bebanmupun ringan. Sadarilah bahwa hidupmu semata-mata adalah kasih karunia Allah. Ibarat seorang anak yang terpesona menyaksikan barisan semut yang mencari makan, mulailah memiliki keterpesonaan cinta, dalam kesadaran akan betapa kecilnya dirimu di hadapan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Hidup kerasulan, pelayanan, dan doa-doamu seharusnya adalah agar “Ia harus semakin besar, tetapi aku harus semakin kecil” (Yoh.3:30).

Sebab bukankah apa yang kamu dapatkan, semata-mata adalah anugerah-Nya? Nafas hidup, kesehatan, keluarga, rumah, pekerjaan, harta benda, pakaian dan perhiasan yang menutupi tubuh, kesehatan, kenyamanan hidup, bahkan kepemilikan dalam bentuk yang paling kecil sekalipun, semuanya berasal dari-Nya? Maka, kalau apa yang kamu dapatkan, yang kamu punya, dan kamu sebut milikku, semuanya berasal dari Allah, tidakkah sudah sewajarnya pula bila kamu memilikinya tanpa kelekatan, dan mempersembahkan semuanya sebagai persembahan yang indah, harum dan berkenan di hadirat-Nya?

Sesungguhnya bahagia itu sederhana. Bahagia itu sangat ditentukan oleh kesediaan untuk “melepaskan“. Melepaskan bukan dalam arti kehampaan tanpa beroleh apa-apa, tetapi dalam kesadaran bahwa kita telah menemukan dan memiliki Dia, yang sungguh berharga, jauh melebihi semua yang telah kita lepaskan. St. Yohanes dari Salib mengungkapkannya dengan sangat tepat dan indah, yaitu bahwa “untuk memiliki Kristus Sang Segala, lepaskanlah segala“. Bahagia itu sederhana. Saking sederhananya, sampai sulit dirangkul oleh mereka yang dianggap bijak dan pandai oleh dunia ini. Paus Emeritus Benediktus XVI mengatakan, “Kebahagiaan yang kamu cari, kebahagiaan yang berhak kamu nikmati, memiliki nama dan wajah, yaitu Yesus dari Nazareth“. Dialah wajah belas kasih Bapa. Selama kamu masih mencari kebahagiaan diluar Dia, dan tidak melepaskan diri dari kelekatan akan dunia, sesungguhnya kamu tidak akan benar-benar bahagia. Demikian pula sebaliknya. Selama kamu senantiasa memandang Dia, dan mengajak semua orang melalui hidup kerasulanmu, untuk mengarahkan pandangan, serta merubah arah hidup kepada-Nya, kamu akan selalu menyaksikan perkenanan dan penyertaan Tuhan dengan kuasa-Nya atas hidupmu. Olehnya, seperti Santa Teresa Avila kamupun akan berkata, “Allah saja Cukup!

Teladanilah kesederhanaan beriman Bunda kita Maria, hamba Allah yang paling berkenan di Hati Tuhan. Ia selalu mensyukuri segala perkara yang dinyatakan Tuhan dalam hidupnya. Kiranya keteladanan berimannya yang selalu menjawab “Ya” kepada Allah, menjadi bagian hidup beriman kita pula. 
Regnare Christum volumus!
✥ Fidei Defensor ~ Fernando ✥

One thought on “Renungan Harian 13 Juli 2016 ~ Rabu dalam Pekan Biasa XV

  1. Saudaraku terkasih,
    Hidup bahagia adalah hidup “sing semeleh”, yaitu hati yang berserah kepada Tuhan dengan segala yang bisa kita dapatkan.
    Tuhan memberkati.
    Chris

Tinggalkan komentar