Meditasi Harian 11 Juli 2016 ~ Peringatan St. Benediktus, Abbas

BERDOA KEPADA-NYA DAN BEKERJA BAGI-NYA

Bacaan:

Yes.1:11-17; Mzm.50:8-9.16bc-17.21.23; Mat.10:34 – 11:1


Renungan:

Bersama Gereja Katolik sedunia, hari ini kita memperingati St. Benediktus dari Nursia, Bapa Hidup Monastik Barat dan Pelindung Eropa. Seturut regulanya sebagai Bapa Pendiri, para rahib dan rubiah Benediktin senantiasa hidup dalam semangat, “Ora et Labora – Berdoa dan Bekerja“, dalam kesadaran bahwa keduanya sama pentingnya, sama-sama memiliki nilai Adikodrati, dan bahwa keduanya harus berjalan seiring, tanpa mengabaikan atau hanya mengunggulkan salah satunya. Jangan melulu berdoa tanpa bekerja, demikian pula sebaliknya, jangan tenggelam dalam pekerjaan sampai lupa berdoa. Doakan apa yang kita kerjakan, dan kerjakan apa yang kita doakan, sehingga doamu menjadi kerjamu, dan kerjamu menjadi doamu. Baik dalam doa maupun dalam kerja, lakukanlah semuanya karena dan bagi Tuhan Semesta Alam. Dengan demikian, hidupmu akan menjadi persembahan yang murni, harum dan berkenan di Hati Tuhan (bdk.Yes.1:11-17 & Mzm.50:8-9.16bc-17.21.23 ). Maka, bila seluruh hidupmu sejatinya milik Tuhan dan seutuhnya dipersembahkan bagi-Nya, adalah suatu konsekuensi iman pula untuk menjadikan kehendak-Nya sebagai prioritas utama di hidup kita, baik dalam doa maupun kerjamu. Jika ini sungguh dihidupi, sesungguhnya perkataan Tuhan kita dalam Injil hari ini tidaklah mengejutkan, dipandang sebagai tuntutan berat, atau menakutkan bagi kita, apalagi mendatangkan pertentangan akan Dekalog 1 dan 4. 

Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat.10:34-38).

Kerasulan yang sejati berarti melayani Tuhan dengan “hati tak terbagi“, sebab Firman Allah “lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh” (Ibr.4:12). Menempatkan kelekatan, keinginan, hobi, ambisi dan relasi apapun melebihi kemesraan kita dengan Allah, berarti mem-berhala-kan segala, yang pada akhirnya mendatangkan permusuhan dengan Sang Segala.

Hari Peringatan St. Benediktus ini mengingatkan kita sekalian akan konsekuensi iman dari “Ora et Labora“. Untuk apa dan bagi siapa kamu berdoa? Untuk apa dan bagi kamu bekerja?” Kalau Tuhan bukanlah jawaban dari pertanyaan itu, itu artinya Tuhan bukanlah “Yang Terkasih” bagimu. Dia belum menjadi “Yang Terutama” bagimu. 

Semoga Perawan Suci Maria senantiasa menyertai hidupmu sebagai Ibu, yang dengan penuh kasih dan kesetiaan menunjukkan kepadamu jalan menuju Yesus, Putranya. Dan sebagaimana St. Benediktus juga dihormati sebagai Pelindung Eropa, berdoalah bagi dunia Barat. Hari demi hari kita menyaksikan, bagaimana mereka semakin memalingkan wajah mereka dari akar Kristiani, dan menggantikannya dengan nilai-nilai baru yang melukai hati Tuhan, serta mendatangkan kemusnahan secara perlahan atas peradaban mereka sendiri. Semoga karena perantaraan doa St. Benediktus, belas kasih Ilahi menyentuh kedalaman jiwa mereka, untuk menyadari akar Kristiani yang memberi mereka hidup dalam segala kelimpahan kasih karunia, dan dengan hati yang penuh pertobatan berbalik kepada Allah, Sang Sumber Hidup.

Regnare Christum volumus! 
✥ Fidei Defensor ~ Fernando ✥

2 thoughts on “Meditasi Harian 11 Juli 2016 ~ Peringatan St. Benediktus, Abbas

  1. Saudaraku dalam Kristus,
    Menjadikan TUhan sebagai ‘pusat” hidup kita, saya yakini sebagai kekuatan yang mampu menopang hidup saya selama ini. Bukan saya sok suci atau sok dekat dengan Tuhan. Tidak. Saya tidak tahu akan seperti apa hidup saya bila Tuhan meninggalkan saya.
    Hal utama yang saya dapatkan melebihi kerja keras, harta, istri, anak-anak dan lain sebagainya adalah kebahagiaan hati dan ketenangan jiwa.
    Contemplatio in actione, menjadi makna baru dari Ora et Labora dari Santo Benediktus.
    Tuhan memberkati,
    Chris

Tinggalkan komentar