Meditasi Harian 23 April 2016 ~ Sabtu dalam Pekan IV Paskah

image

KESAKSIAN PENGHARAPAN

Bacaan:
Kis.13:44-52; Mzm.98:1.2-3b.3c-4; Yoh.14:7-14

Renungan:
Dalam diri Yesus, Putra Allah, kita diperkenankan memandang wajah belas kasih Bapa. Hanya melalui kePengantaraan Putra-lah, kita boleh mengenal Bapa. “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia” (Yoh.14:7).
Dalam Injil hari ini kitapun bersukacita akan janji Tuhan, bahwa kita akan beroleh apa saja yang kita minta kepada Bapa dalam Nama-Nya.
Apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh.14:13-14).

Untuk meminta belas kasih Allah, seorang beriman memerlukan satu keutamaan mendasar, yaitu pengharapan. Warna-warni kehidupan akan terasa lebih mudah untuk dilalui selama kita memiliki pengharapan. Seorang petani berharap hasil yang baik dari benih yang ia tanam, pedagang berharap dagangannya laris terjual, pekerja kantor mengharapkan performa kerjanya dihargai oleh pimpinan, istri dan anak-anak mengharapkan kesembuhan suami dan ayah mereka yang terbaring sakit, serta berbagai bentuk pengharapan lainnya. Sejatinya, pengharapan dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan, karena dia yang sungguh berharap kepada Tuhan, adalah dia yang mempercayakan hidup seutuhnya pada Penyelenggaraan Tuhan, dalam keyakinan bahwa rancangan Tuhan dan jawaban apapun yang Ia berikan adalah yang terbaik dan mendatangkan damai sejahtera. Itulah sebabnya, pengharapan yang sejati tentu saja memerlukan iman. Inilah yang membedakan pengharapan dunia dengan pengharapan Ilahi.

Kendati pengharapan dalam Tuhan tidak serta-merta menjamin keselamatan (kecuali bila Allah memperkankan dia beroleh rahmat istimewa), namun seorang beriman boleh yakin, bahwa selama dia melangkah dengan setia di jalan pengharapan, jalan itu adalah jalan paling aman menuju keselamatan. Ibarat seorang yang menempuh perjalanan, kendati dia sendiri belum tahu apakah dia akan mencapai tujuan atau tidak, tetapi selama dia tidak mundur atau memilih jalan lain yang menyesatkan, maka sesungguhnya jalan itu pasti akan menghantarkan di sampai ke tujuan. Inilah kesaksian pengharapan.

Pandanglah Ibu Maria, yang dengan cahaya imannya dan menerangi Gereja dengan kesaksian pengharapannya akan Allah. Semoga kita senantiasa memiliki keberanian iman untuk meminta, serta ketekunan untuk berharap, sehingga pada akhirnya kita akan tiba pada tujuan akhir peziarahan kita, yakni keselamatan kekal.

Regnare Christum volumus!

✥ Fidei Defensor ~ Fernando ✥

+++ Fidei Defensor ~ Fernando +++

2 thoughts on “Meditasi Harian 23 April 2016 ~ Sabtu dalam Pekan IV Paskah

  1. Senang sekali dibagikan renungan harian, membuat hati ini serasa damai, dan tetap berpengharapan semoga selalu diberikan kesehatan,dan berharap bisa membaca renungan harian setiap hari,,trimakasih salam.

  2. Inilah sarapan pagi yang mencerahkan iman kami.
    Bahwa sebagaimana buku Manusia mencari Allah, manusia selalu merasakan bahwa ada Zat yang menjadi asal musal segala sesuatu. Karena disana ada harapan, bahwa memang adanya sebutan “Tuhan, Allah, Lord, God, dll” menandakan ada “Yang transenden” dalam kehidupan kita.
    Tentu, Tuhan menciptakan menuusia dan terus hadir dallam diri kita dengan penuh cinta yaitu Roh kehidupan, Jiwa dalam setiap makluknya. Sebagaimana itu, manusia harus memberikan jawaban yang tidak lain adalah jawaban yang paling mulia atas Rahmat Tuhan itu selain memuji, menghormati dan mengabdi Tuhan sendiri. Segala sesuatu yang telah diciptakan Tuhan kerena cintaNya, dengan demikian harus digunakan dan dipersembahkan kepadanya dengan penuh hirmat dan cinta untuk memuliakan Tuhan dan mencintai sesama dengan bertanggungjawab dan tidak lekat pada nafsu / ambisi pribadi..
    Karena itu, hendaknya kita manusia selalu melakukan segala sesuatu dengan kesadaran penuh bahwa Tuhan selalu ada, hidup, bersama kita sehingga kita tidak tega melukai hatiNya.

    Berkah Dalem.
    Chris

Tinggalkan komentar