Paus Fransiskus kunjungi Afrika

Bapa Suci Paus Fransiskus telah tiba di Benua Afrika, untuk memulai kunjungan Pastoral dan Kenegaraan di 3 Negara di Afrika yaitu Kenya, Uganda, dan Republik Afrika Tengah.
Kunjungan ini sangatlah penting karena umat Katolik di Afrika saat ini bertumbuh paling pesat dibandingkan benua-benua lain, lebih dari 200% (2x lipat) setiap tahunnya.

image

Malahan, di tahun-tahun mendatang diperkirakan bahwa jumlah umat Katolik Afrika akan terus bertambah, melampaui jumlah umat Katolik di benua Eropa.

Itulah sebabnya kunjungan Bapa Suci merupakan kunjungan Pastoral dan Kenegaraan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Katolik di Afrika, karena melalui hamba-Nya, Paus Fransiskus, Gereja Katolik semakin menunjukkan kehadiran dan cintakasih Allah bagi umat-Nya, putra-putri Afrika, di tengah segala kesulitan hidup beriman yang mereka hidupi.
Ketidakadilan, konflik, perang saudara, kemiskinan, kelaparan, kekerasan seksual, pengangguran, teror, wabah penyakit, kematian mengenaskan, adalah sebagian dari berbagai pergumulan dan kemalangan yang mereka alami.
Di tengah semua itu, Bapa Suci Paus Fransiskus hendak membawa pesan damai, serta mengingatkan semua orang yang berkehendak baik di Afrika, bahwa mereka semua dicintai Tuhan dan sangatlah berharga di mata Tuhan.

Namun, kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus ini bukanlah tanpa bahaya yang mengancam.
Negara Kenya dan Uganda yang akan Beliau kunjungi pertama kalinya sebagai Paus, saat ini sedang berjuang melawan teroris Al-Shabaab.
Paus Fransiskus sendiri menolak mengenakan rompi anti peluru, dan memilih menyapa umat di sepanjang perjalanan dengan hanya menggunakan mobil bak terbuka tanpa kaca anti peluru.

Negara terakhir yang akan dikunjungi, oleh Bapa Suci Paus Fransiskus yaitu Republik Afrika Tengah, yang saat ini masih sementara dilanda perang saudara sejak beberapa tahun terakhir ini. Kendati Republik Afrika Tengah adalah negara bekas koloni Prancis,  sejak serangan teroris di Paris terjadi, situasi keamanan di Prancis maupun negara-negara bekas koloninya saat ini sangat membahayakan keselamatan Bapa Suci.

Perancis sendiri telah memperingatkan Vatikan dan memberikan laporan intelejen akan bahaya yang mengancam Paus Fransiskus bila meneruskan perjalanan kesana, dan bahwa mereka sulit menjamin keamanan Paus Fransiskus selama kunjungannya di Republik Afrika Tengah.
Akhirnya, pengamanan diputuskan akan dibantu pula oleh Pasukan Perdamaian PBB yang bertugas disana. PBB pun melakukan penambahan pasukan perdamaiannya menjadi 12.000 orang, untuk menjaga keamanan Paus, serta demi kelancaran kunjungan Pastoral dan Kenegaraan Beliau.

image

Untuk itu, marilah kita mendoakan kunjungan Kenegaraan dan Pastoral dari Bapa Suci Paus Fransiskus selama berada di 3 Negara Afrika ini, agar semua dapat berjalan dengan baik dan selamat adanya, serta supaya benua Afrika semakin menjadi ladang yang subur bagi pertumbuhan Iman Katolik.

Santa Perawan Maria, Bunda Segala Bangsa, doakanlah kami.
Amen.

+++ Fidei Defensor ~ Fernando +++

Tinggalkan komentar