Pesta Kanak-Kanak Suci (28 Desember)

Di hari ke-4 dalam Oktaf Natal ini, bersama Gereja Katolik sedunia, kita juga merayakan Pesta Kanak-Kanak Suci, Martir.

Raja Herodes, karena ketakutannya akan kelahiran Sang Raja Damai, Tuhan Yesus Kristus, memerintahkan pembunuhan puluhan bayi dgn usia 2 tahun ke bawah, dengan harapan dia bisa membunuh Putra Allah.

Akan tetapi, atas bisikan malaikat, Maria & Yusuf kemudian membawa Bayi Yesus mengungsi ke Mesir.

Puluhan bayi di Bethlehem ini dibunuh secara keji.
Mereka dihormati Gereja sebagai Martir.

Semoga Pesta Kanak-Kanak Suci ini mengingatkan kita akan darah para martir yg menjadi benih iman Gereja, serta akan kenyataan dunia saat ini, dimana setiap hari lebih dari 10.000 bayi dibunuh oleh Ibunya sendiri lewat tindakan aborsi.

“Perusak perdamaian terbesar hari ini adalah Aborsi…Jika kita memaklumi bahwa seorang ibu dapat membunuh anaknya sendiri, bagaimana kita bisa menyerukan agar orang-orang tidak saling membunuh? Setiap negara yang mengijinkan aborsi tidak mengajarkan pada rakyatnya untuk mencintai/mengasihi, melainkan untuk menggunakan segala cara kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itulah kenapa penghancur terbesar akan cintakasih dan kedamaian adalah Aborsi.” ~ Beata Ibu Teresa dari Calcutta, seorang biarawati Katolik yang suci.

View on Path

Tinggalkan komentar