Patung Yesus Didirikan di Syria

Patung Yesus di Suriah

PATUNG YESUS DIDIRIKAN DI SYRIA

Patung perunggu Tuhan Yesus Kristus, lebih tinggi dari patung tertinggi saat ini, yakni patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro ( Brazil ), berdiri di negara yang dilanda perang, Syria/Suriah. Patung “Aku Datang untuk Menyelamatkan Dunia” ini dibangun atas inisiatif sebuah organisasi yang berpusat di London, St. Paul and St. George Foundation.

Proyek ini didukung Gereja Katolik Ortodoks Rusia dan pemerintah Rusia, yang atas seruan Bapa Suci Paus Fransiskus, aktif mendamaikan konflik di Syria. Rusia juga memiliki pangkalan angkatan laut militer di pantai laut Mediterania di kawasan Suriah.

Meskipun patung ini berdiri karena peran orang-orang Rusia, pembangunannya dilakukan di Armenia. Etnis Armenia di Suriah telah berbondong-bondong melarikan diri dari negara itu sejak konflik dimulai, sampai-sampai di Armenia dibangun sebuah pemukiman baru yang disebut New Aleppo untuk menampung pengungsi etnis Armenia tersebut.

Tempat pengungsian itu dinamai sesuai kota di Suriah utara tempat sebagian besar penduduknya berasal dari etnis Armenia. Sebanyak 7.000 etnis Armenia warga Syria sekarang mencari perlindungan di negara tetangga, Republik Armenia.

Patung Yesus buatan orang Armenia ini didirikan pada 14 Oktober 2013, bertepatan dengan dua hari libur keagamaan —Katolik Ortodoks dan Muslim. Katolik Ortodoks merayakan Hari Raya Perlindungan Perawan Tersuci Maria dan Muslim merayakan Hari Raya Kurban.

Patung ini terletak di puncak gunung dekat kota Saidnaya, yang diyakini oleh umat Katolik Ortodoks sebagai tempat kedatangan TUHAN YESUS untuk kedua kalinya nanti di akhir zaman. Patung ini berada dekat Biara Cherubim, berdiri di atas jalur ziarah bersejarah dari Konstantinopel ke Yerusalem dan 2.100 meter di atas permukaan laut.

Lokasi berdirinya patung Yesus ini adalah lokasi kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan kelompok teroris Al-Qaeda.
Tinggi patung 39 meter, lebih tinggi daripada patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro, setinggi 38 meter. Patung Yesus yang besar ini dapat dilihat dari negara tetangga, Libanon, Yordania, Palestina, dan Israel.

Konflik Militer berbagai pihak, baik pemerintah, Al-Qaeda maupun pemberontak yang bertikai dihentikan untuk menghormati Pendirian Patung Yesus, sebagai simbol perdamaian.

Dua bulan yang lalu, kota berpenduduk mayoritas Katolik Syria, Maaloula, diserang pemberontak militan. Padahal, usia kota itu sudah ribuan tahun dan penduduknya masih menggunakan bahasa Aramaik, bahasa yang digunakan pada masa Yesus hidup di dunia, yang kini hampir punah.

Sementara itu, hingga kini banyak Gereja dan Biara dibakar di seluruh wilayah Syria, para pastor & biarawan-biarawati dibunuh.
Saat ini masih ada 1 Uskup Katolik Ortodoks, dan 1 Uskup Katolik Syria, serta 10 Biarawati yang disandera oleh pemberontak sebagai perisai manusia.
Padahal, lembaga-lembaga kemanusiaan Gereja Katolik adalah yang terbesar kontribusinya dalam membantu rakyat Syria, dan giat menggerakkan negara-negara di dunia untuk menentang invasi militer Amerika atas Syria.
Dengan dukungan Rusia, Gereja Katolik telah berupaya keras mencari jalan damai antara pemerintah, Al-Qaeda, dan pemberontak yang bertikai di Syria.

Direktur St. Paulus and St. George Foundation, Samir el-Gadban, berkomentar tentang pentingnya patung ini di negara yang dilanda perang dan menyatakan harapannya untuk masa depan.

“Kami berharap pendirian patung ini bakal membawa perdamaian dan kasih di hati orang-orang. Dan, karya kami akan membantu memulihkan perdamaian dan ketenangan di wilayah ini yang telah lama menderita,” katanya kepada Komsomolskaya Pravda.

View on Path

Tinggalkan komentar